icip-icip menu vietnam otentik di Lang Viet

Beberapa hari lalu, seselesainya dari slimming treatment (astaga!), saya mampir ke kedai makan dekat kantor saya di Kompleks Grand Wijaya. Sebenarnya sudah beberapa lama saya lihat ini kedai, cukup menarik rasa ingin tahu saya karena menawarkan menu khas Vietnam. Namanya Lang Viet, di blok F-36.

Dari luar, kedai ini cukup mungil dan –kalau istilah orang Jawa– ora mblejaji alias kurang meyakinkan. Tapi berhubung lagi ditraktir (nah ini) dan ingin mencoba sesuatu yang baru, maka nyobain dong ya.

Ketika masuk, wow, ternyata interiornya cukup cekli alias manis. Banyak berornamen bambu. Nuansa vietnam didapat dari baju yang dikenakan waiter dan cashiernya, baju tradisional vietnam.

Saya pesan teh sereh sebagai pembuka. Ketika datang, wow, wadahnya otentik, lucu sekali. Gelasnya/cangkirnya terbuat dari bambu beneran dan tekonya dari tembikar. Aroma serai-nya begitu wangiii…. Sengaja saya ga langsung minum, karena saking panasnya dan menikmati dulu aromanya. Teh serai ini disajikan tanpa gula dan memang itu cara terbaik menikmatinya.

 

 

 

Saya mencobai menu pho dan omelette ala saigon untuk makan besar. Sengaja ga pesen starter/pembuka, habis dari segi harga, lumayan jeh. Untuk starter, mulai dari 40an ribu, sedangkan dari menu utama dari 50an ribu. Semua belum termasuk pajak total 17,5%. Padahal udah lumayan ngiler dengan foto dan deskripsi lumpia khas Vietnam. Untuk pilihan pho-nya sendiri, cuma ada dua pilihan, yaitu ayam atau daging, dengan tiga ukuran penyajian; small, large, atau ekstra large.

 

 

 

 

 

Review saya untuk Lang Viet: luar biasa. Bahan-bahan segar dan proses memasak yang menghasilkan rasa yang maknyussss. Omelettenya tebal tapi bagian pinggir bisa begitu krispiii. Isinya penuh, dengan rasa jamur yang dominan. Makanan sehat yang sedaaaap lejat.

Pho-nya juga lebih sedap daripada pho yang pernah saya coba di foodcourt Grand Indonesia (itu ranking 3) atau pho di Senayan City (ranking 2). Kuah kaldunya itu lho, light tapi mulussss. Seger banget. Dagingnya juga banyak, empuk tanpa terasa matang berlebihan. Mie-nya juga beda. Semua bahan terasa begitu segar. Panas-panas, daun kemangi dipetik lalu cemplungkan ke kuah pho, bersama dengan taoge dan sayur lain. Tambahkan irisan rawit dan keceri jeruk nipis. MANTABBBB segernya. Huah, comfort food untuk yang lagi kurang enak badan atau pas lagi dingin musim hujan begini, apalagi pas stress.

 

Dengan kualitas seperti itu, tak heran di dindingnya tertempel penghargaan dari majalah Tattler Indonesia sebagai The Best Restaurant dua tahun berturut-turut, 2009 dan 2010.

 

 

 

 

 

Iklan